<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Sp - Program Studi Ilmu Ekonomi</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/158</link>
<description>Koleksi skripsi ringkas dalam format artikel Program Studi Ilmu Ekonomi</description>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 10:22:04 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-04T10:22:04Z</dc:date>
<item>
<title>Preferensi Penumpang Dalam Memilih Moda Transportasi Damri dan Shuttle Travel Rute Bandung-Bandara Kertajati</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/29584</link>
<description>Preferensi Penumpang Dalam Memilih Moda Transportasi Damri dan Shuttle Travel Rute Bandung-Bandara Kertajati
Abstract. This study produces several research results regarding the choice of the Damri transportation mode and the Shuttle Travel Bandung City - Kertajati Airport route. Access to Kertajati Airport which is quite far from the city of Bandung makes departing passengers need a mode of transportation to get to Kertajati Airport, the available modes of transportation are Damri Bus and Shuttle Travel. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) Which mode of transportation does the passenger choose in choosing the Bandung - Kertajati Airport transportation mode? (2) What are the dominant criteria that determine passenger decisions in choosing the Bandung-Kertajati airport transportation mode? (3) From each criterion, what are the dominant sub-criteria that determine the passenger's decision in choosing the Bandung - Kertajati Airport transportation mode? Data collection was carried out by distributing questionnaires to 100 passengers of Damri transportation and Shuttle Travel. This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with Super Decision software version 3.2. The results showed that passengers chose the Shuttle Travel mode of transportation by 54% while Damri was 46%. Then the passengers choose security as the main priority criteria with a weight of 24.61%, reliability criteria with a weight of 23.80%, the tariff criteria with a weight of 21.93%, the comfort criteria with a weight of 21.74% and the last criteria selected by passengers is convenience with a weight of 7.89%. The results of this study indicate that passengers choose the mode of transportation to prioritize safety and reliabilityKeywords: Preference, Transportation, Kertajati, AHPAbstrak. Penelitian ini menghasilkan beberapa hasil penelitian tentang pemilihan moda transportasi Damri dan Shuttle Travel Rute Kota Bandung – Bandara Kertajati. Akses ke Bandara Kertajati yang cukup jauh dari Kota Bandung membuat penumpang yang akan berangkat memerlukan moda transportasi untuk menuju Bandara Kertajati, moda transportasi yang tersedia yaitu Bus Damri dan Shuttle Travel. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Moda transportasi manakah yang dipilih oleh penumpang dalam memilih moda transportasi Bandung – Bandara Kertajati? (2) Apa kriteria dominan yang menentukan keputusan penumpang dalam memilih moda transportasi Bandung- Bandara Kertajati? (3) Dari masing-masing kriteria, apakah subkriteria dominan yang menentukan keputusan penumpang dalam memilih moda transportasi Bandung – Bandara Kertajati? Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada penumpang transportasi Damri dan Shuttle Travel sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchi Process (AHP) dengan software Super Decision versi 3.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penumpang memilih moda transportasi Shuttle Travel sebesar 54% sedangkan Damri sebesar 46%. Kemudian penumpang memilih keamanan sebagai kriteria prioritas utama dengan bobot sebesar 24,61% kriteria keandalan dengan bobot sebesar 23,80%, kriteria tarif dengan bobot sebesar 21,93%, kriteria kenyamanan dengan bobot sebesar 21,74% dan kriteria terakhir yang dipilih penumpang adalah kemudahan dengan bobot sebesar 7.89%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penumpang memilih moda transportasi memproritaskan keamanan dilanjutkan dengan keandalanKata Kunci: Preferensi, Transportasi, Kertajati, AHP
</description>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/29584</guid>
</item>
<item>
<title>Kesiapan Dunia Usaha Transportasi Bus Damri Mendukung Bandara Kertajati</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/29583</link>
<description>Kesiapan Dunia Usaha Transportasi Bus Damri Mendukung Bandara Kertajati
Abstract. Damri Airport Bus is a transportation managed by Perum Damri to support airport activities. The management of Damri Airport Bus transportation still has potential problems including the inability and incompetence of the manager in operating the Airport Damri Bus. Lack of supervision and low management. Damri Airport Bus is one of the supporting transportation for access to Kertajati Airport. Data collection was carried out through structured interviews with Damri Bus managers, the number of respondents in this study were 4 key informants consisting of business coordinators, financial coordinators, technical coordinators, and driver coordinators. The results showed that the average Damri Airport Bus transportation readiness in managing the score was 6.2 or stage (Initiation). The strategy in handling the level of readiness using a SWOT analysis related to Damri Bus is the development of Airport Damri Bus activities managed by Perum Damri with business support from institutions, developing the quality of human resources, planning, organizing, moving and monitoring to regulate Airport Damri Buses, improving the quality of facilities and transportation infrastructure to make it easier for people to get to Kertajati Airport and improve the economy of the community around the airport and bus routes.Keywords: Bus Damri, Kertajati Airport, Readiness Phase, SWOT AnalysisAbstrak. Bus Damri Bandara merupakan transportasi yang dikelola oleh Perum Damri untuk menunjang aktivitas bandara. Pengelolaan transportasi Bus Damri Bandara masih terdapat potensi masalah diantaranya ketidakmampuan dan belum kompetennya pengelola dalam mengoprasikan Bus Damri Bandara. Pengawasan yang kurang dan pengelolaan yang masih rendah. Bus Damri Bandara merupakan salah satu transportasi pendukung akses Bandara Kertajati. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pengelola Bus Damri, jumlah responden dalam penelitian ini adalah 4 orang informan kunci yang terdiri dari koordinator usaha, koordinator keuangan, koordinator teknik, dan koordinator supir. Hasil penelitian menunjukan rata-rata kesiapan transportasi Bus Damri Bandara dalam mengelola pada skor 6,2 atau tahap (Initiation). Strategi dalam penanganan tingkat kesiapan menggunakan analisis SWOT terkait Bus Damri adalah pengembangan kegiatan Bus Damri Bandara yang dikelola Perum Damri dengan dukungan usaha dari lembaga, pengembangan kualitas sumberdaya manusia, melakukan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan untuk mengatur Bus Damri Bandara, peningkatan kualitas sarana dan prasarana transportasi untuk memudahkan masyarakat menuju Bandara Kertajati dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar bandara dan trayek bus.Kata Kunci:  Bus Damri, Bandara Kertajati, Tahap Kesiapan, Analisis SWOT Pendahuluan
</description>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/29583</guid>
</item>
<item>
<title>PENGARUH NET OPERATING MARGIN (NOM), INFLASI dan BI RATE TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK UMUM SYARIAH di INDONESIA  PERIODE 2016.1 – 2018.12</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/29582</link>
<description>PENGARUH NET OPERATING MARGIN (NOM), INFLASI dan BI RATE TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK UMUM SYARIAH di INDONESIA  PERIODE 2016.1 – 2018.12
Abstrack. In Islamic banks there are two types of financing, namely buying and selling (murabahah) and profit sharing (mudharabah and musyarakah). Murabaha financing continues to increase every year compared to two other types of financing. Many factors affect murabaha financing, namely the soundness of banks which can be measured by profitability, as well as macroeconomic factors that can be measured by inflation and the BI rate. This study aims to analyze how the influence and magnitude of the influence of the NOM, inflation and BI rate variables on murabaha financing in Islamic commercial banks in Indonesia. The data used in this study are secondary data using monthly data from 2016 to 2018 obtained from the official website of the Financial Services Authority (OJK). The method used is multiple regression using Ordinary Least Square (OLS). From the results of data processing, the model used is fit, which is free from the classic assumption test. As a result, all independent variables significantly influence the murabaha financing of Islamic commercial banks in Indonesia. The magnitude of the influence of NOM, Inflation and BI rate variables on murabaha financing is 62.38%, while the remaining 37.62% is explained by variables not disclosed in this study. The implication is that Islamic commercial banks must provide education to the public about Islamic commercial bank products.Key Notes        :  Islamic Commercial Banks, Murabahah, Net Operating Margin, Inflation, BI rateAbstrak. Pada bank umum syariah terdapat dua jenis pembiayaan yaitu jual beli (murabahah) dan bagi hasil (mudharabah dan musyarakah). Pembiayaan murabahah terus meningkat setiap tahunnya dibandingkan dengan dua jenis pembiayaan lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhi pembiayaan murabahah yaitu oleh tingkat kesehatan bank yang dapat diukur dengan rentabilitas, serta faktor makro ekonomi yang dapat diukur dengan inflasi dan BI rate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh dan besarnya pengaruh variabel NOM, inflasi dan BI rate terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dengan menggunakan data bulanan dari tahun 2016 hingga 2018 yang diperoleh dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Metode yang digunakan adalah regresi berganda menggunakan Ordinary Least Square (OLS). Dari hasil pengolahan data model yang digunakan sudah fit yaitu bebas dari uji asumsi klasik. Hasilnya, semua variabel independen secara signifikan berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah di Indonesia. Adapun besarnya pengaruh variabel NOM, Inflasi dan BI rate terhadap pembiayaan murabahah adalah sebesar 62,38%, sedangkan sisanya sebesar 37,62% dijelaskan oleh variabel-variabel yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. Implikasinya bank umum syariah harus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk-produk bank umum syariah.Kata Kunci     :  Bank Umum Syariah, Murabahah, Net Operating Margin, Inflasi, BI rate
</description>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/29582</guid>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Tingkat Pendidikan Perempuan, Indeks Pembangunan Manusia, dan Nilai Budaya Terhadap Partisipasi Perempuan Dalam Politik</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/29585</link>
<description>Pengaruh Tingkat Pendidikan Perempuan, Indeks Pembangunan Manusia, dan Nilai Budaya Terhadap Partisipasi Perempuan Dalam Politik
Abstract. Implementation of the 30 percent quota still does not make women's representation in parliament reach the target, even though political parties have followed quota rules. It happens because there are still many obstacles to women's political participation in Indonesia. This study aims to estimate the factors that influence women's participation in politics in 34 provinces in Indonesia during the 2016-2019 time period. The data used in this research is secondary data. The independent variables include the level of women's education is proxied by the average length of schooling of women, human development index (HDI), and cultural values (dummy). The dependent variable is women's participation in politics, which is reflected in the data on the proportion of women in parliament. The method used in this research is descriptive analysis and panel data regression analysis. The results showed that the variable level of women's education would increase women's representation in politics, and the quality of voters proxied from the HDI with cultural values decreased women's representative in politics. Keywords: Women's Political Participation, Women's Education Level, Human Development Index, Cultural Values Abstrak.  Penerapan kuota 30 persen tetap tidak membuat representasi perempuan di parlemen mencapai target representasi, padahal partai politik telah mengikuti aturan kuota.  Hal ini terjadi karena masih banyak hambatan terhadap partisipasi politik perempuan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi faktor faktor yang memengaruhi partisipasi perempuan dalam politik pada 34 Provinsi di Indonesia selama periode waktu 2016-2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Variabel independennya meliputi, tingkat pendidikan perempuan yang diproksi oleh rata-rata lama sekolah perempuan, indeks pembangunan manusia (IPM), dan nilai budaya (dummy). Variabel dependennya adalah partisipasi perempuan dalam politik yang direfleksikan oleh data proporsi perempuan dalam parlemen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi data panel. Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel tingkat pendidikan perempuan akan meningkatkan keterwakilan perempuan di politik, sedangkan kualitas pemilih yang diproksi dari IPM serta nilai budaya justru menurunkan keterwakilan perempuan di politik.Kata Kunci: Partisipasi Politik Perempuan, Tingkat Pendidikan Perempuan, Indeks Pembangunan Manusia, Nilai Budaya 
</description>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/29585</guid>
</item>
</channel>
</rss>
