<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
<title>SNAPP Proceedings (SP)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/1176" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/1176</id>
<updated>2026-04-04T14:01:09Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T14:01:09Z</dc:date>
<entry>
<title>Optimalisasi Usaha Produksi Kompos Limbah TEH UKM Daur Ulang di PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/31099" rel="alternate"/>
<author>
<name>Satori, Muhamad</name>
</author>
<author>
<name>Djoeffan, Hidayati</name>
</author>
<author>
<name>Soelistio, Ukar W.</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/31099</id>
<updated>2025-02-26T04:23:23Z</updated>
<published>2012-11-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimalisasi Usaha Produksi Kompos Limbah TEH UKM Daur Ulang di PT Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI)
Satori, Muhamad; Djoeffan, Hidayati; Soelistio, Ukar W.
Industri saat ini makin didorong menuju pada konsep green industri dan eco-effisiensi. Untuk itu maka setiap industri diharuskan meminimalisir limbahnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan industri adalah dengan melakukan daur ulang. &#13;
CCA Indonesia - Bandung adalah perusahaan minuman yang menghasilkan limbah dari salah satu produknya yaitu berupa ampas daun teh. CCA telah melakukan daur ulang ampas daun teh tersebut menjadi kompos yang dikelola oleh UKM. &#13;
Untuk menjamin keberlanjutan UKM tersebut maka perlu dilakukan analisis kelayakan usaha yang dilakukannya terutama dari aspek finansial. &#13;
berdasarkan analisis finansial bila pengomposan dengan kapasitas aktual diperoleh NPV = - Rp. 86.878.543, IRR = -19%, dan BCR = 0,83 , dan dapat disimpulkan tidak layak secara finansial. Untuk itu direkomendasikan untuk optimalisasi kapasitas produksi secara progresif sebesar 15% per tahun. &#13;
Dengan melakukan trial and error terhadap peningkatan kapasitas produksi diperoleh kesimpulan bahwa usaha tersebut perlu meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap sebesar 15% per tahun. Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi tersebut maka kinerja finansial menjadi lebih baik, yakini diperoleh NPV = 29.792.045, IRR = 13%, dan BCR = 1,09.
</summary>
<dc:date>2012-11-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Studi Mengenai Sistem Nilai Pada Mahasiswa Etnik Batak,  Minang, Jawa, Dan Sunda Di Bandung Sebuah Tinjauan Psikologi Lintas Budaya</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/30911" rel="alternate"/>
<author>
<name>Borualogo, Ihsana Sabriani</name>
</author>
<author>
<name>Qodariah, Siti</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/30911</id>
<updated>2023-04-08T19:01:55Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Studi Mengenai Sistem Nilai Pada Mahasiswa Etnik Batak,  Minang, Jawa, Dan Sunda Di Bandung Sebuah Tinjauan Psikologi Lintas Budaya
Borualogo, Ihsana Sabriani; Qodariah, Siti
Indonesia memiliki keragaman budaya. Melalui tinjauan Psikologi Lintas&#13;
Budaya, dapat dilihat kekhasan tiap kelompok etnik. Salah satu aspek psikologis yang&#13;
menentukan kecenderungan perilaku individu adalah nilai (value). Penelitian ini&#13;
mendeskripsikan sistem nilai pada mahasiswa dari empat kelompok etnik di&#13;
Indonesia, yaitu Batak, Minang, Jawa, dan Sunda. Keempat kelompok etnik tersebut&#13;
dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini karena merupakan kelompok etnik besar&#13;
di Indonesia dan memiliki kekhasannya masing-masing. Budaya Batak dan Minang&#13;
bersifat monolateral, di mana budaya Batak adalah patrilineal, dan budaya Minang&#13;
adalah matrilineal. Sedangkan budaya Jawa dan Sunda bersifat bilateral. Selain itu,&#13;
juga terdapat perbedaan peran jenis kelamin pada tiap kelompok etnik tersebut yang&#13;
diwarnai budaya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 413 mahasiswa dari&#13;
kelompok etnik Batak, Minang, Jawa, dan Sunda yang menjadi mahasiswa di&#13;
Bandung. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Data&#13;
dikumpulkan menggunakan PVQ-40 dari Shalom Schwartz yang diterjemahkan ke&#13;
dalam Bahasa Indonesia dan diuji validitas serta reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha&#13;
= 0,877). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan profil nilai dan orientasi&#13;
nilai pada mahasiswa dari keempat kelompok etnik tersebut diwarnai oleh perbedaan&#13;
budaya dan peran jenis kelamin.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Antara “Resilience Building Block” dengan “Resilience” Keterkaitannya dengan “Self Esteem” pada Mahasiswa Fakultas  Psikologi Unisba</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/30910" rel="alternate"/>
<author>
<name>Borualogo, Ihsana Sabriani</name>
</author>
<author>
<name>Diantina, Fanni Putri</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/30910</id>
<updated>2023-04-08T18:57:48Z</updated>
<published>2011-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Antara “Resilience Building Block” dengan “Resilience” Keterkaitannya dengan “Self Esteem” pada Mahasiswa Fakultas  Psikologi Unisba
Borualogo, Ihsana Sabriani; Diantina, Fanni Putri
Dalam kehidupannya, individu tidak terlepas dari berbagai adversities,&#13;
baik yang berasal dari luar diri individu, dari dalam keluarga maupun dari&#13;
dalam diri individu. Demikian pula halnya dengan mahasiswa Fakultas Psikologi&#13;
UNISBA terkait kesulitan di seputar masalah kegiatan perkuliahan dan beban&#13;
tugas praktikum yang dihayati sebagai adversities dan juga munculnya keluhan&#13;
yang terkait masalah self-esteem serta orientasi masa depan area pendidikan&#13;
dan pekerjaan. Mahasiswa dituntut untuk mampu mengatasi adversities tersebut&#13;
yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk resilience. Kemampuan resilience&#13;
ini dibentuk melalui resilience building block yang terdiri dari trust, autonomy,&#13;
initiative, industry dan identity. Aspek-aspek ini akan membentuk kemampuan&#13;
resilience pada individu yang diduga terkait dengan self-esteem.&#13;
Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UNISBA semester 6&#13;
atau lebih yang memiliki IPK &lt; 2,75. Ukuran sampel adalah 51 orang. Terdapat 3&#13;
alat ukur yang digunakan, yaitu alat ukur resilience building block, resilience,&#13;
dan self-esteem. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach.&#13;
Data dianalisis dengan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman untuk melihat&#13;
keterkaitan antara resilience building block dengan resilience serta resilience&#13;
dengan self-esteem. Hasil penelitian menunjukkan korelasi dari masing-masing&#13;
aspek pembentukan resilience terhadap resilience sebagai berikut : trust (rs =&#13;
0.387), autonomy (rs = 0.502), initiative (rs = 0.394), industry (rs = 0.393) dan&#13;
identity (rs = 0.435). Sedangkan korelasi antara resilience dengan self-esteem&#13;
adalah rs = 0.537.
</summary>
<dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>TRAS SEBAGA MODAL DASAR PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MASYARAKAT</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29959" rel="alternate"/>
<author>
<name>Widayati, Sri</name>
</author>
<author>
<name>Usman, Dudi Nasrudin</name>
</author>
<author>
<name>Sriyanti, Sriyanti</name>
</author>
<author>
<name>Pulungan, Linda</name>
</author>
<author>
<name>Guntoro, Dono</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29959</id>
<updated>2021-07-22T07:11:47Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">TRAS SEBAGA MODAL DASAR PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MASYARAKAT
Widayati, Sri; Usman, Dudi Nasrudin; Sriyanti, Sriyanti; Pulungan, Linda; Guntoro, Dono
Endapan Tras merupakan bahan galian yang cukup banyak mengandung silika amorf yang dapat larut di air/larutan asam. Tras terbentuk akibat aktivitas vulkanik. Tras termasuk salah satu bahan galian yang digunakan untuk bahan pembuat semen alam (hydraulic cement). Pemanfaatan bahan galian ini digunakan untuk bangunan sebagai semen alam, juga dapat dijadikan bahan untuk pembuatan bata. Tras merupakan bahan galian yang mudah sekali kontak dengan air, yang kemudian menjadi keras. Dalam kegiatan ini gambaran umum mengenai karakteristik endapan tras didapatkan sebagai berikut dimana mineral dominan yang hadir dalam tras tersebut yaitu Ilmenit dan Magnetit. Unsur kimia yang terkandung dalam endapan tras Nagreg yaitu SiO2 49,15%, Al2O3 29,56, Fe2O3 4.52%, TiO2 0.45%, CaO 1.12%, MgO 0.94%, Na2O 0.12% dan K2O 0.20%. Spesific Gravity 2,6. Selain itu aspek keberadaan endapan juga dapat tergambarkan dengan jelas, dimana sebaran endapan tras masih terhampar dengan potensi cukup banyak. Hal ini akan sangat penting untuk proses pemanfaatan, jumlah bahan galian akan memberikan pengaruh terhadap rencana pemanfaatannya, terlebih yang akan memanfaatkan yaitu masyarakat dengan tujuan untuk peningkatan nilai ekonomi dan perputaran ekonomi lokal. Kondisi saat ini proses pemanfaatan endapan tersebut belum begitu maksimal dikarenakan banyak kendala yang dihadapi khususnya masyarakat yang mempunyai nilai ekonomi terbatas. Untuk pengembangan yang sangat luas saat ini masyarakat sangat mengharapkan agar potensi endapan tras yang ada di wilayah mereka bisa segera dieksploitasi dan dimanfaatkan dengan memberdayakan potensi masyarakat lokal, termasuk pengelolaan didalam mengeksploitasnya hingga ke proses pengolahannya.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
