<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
<title>Sp - Program Studi Teknik Industri</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/22687" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi skripsi ringkas dalam format artikel Program Studi Teknik Industri</subtitle>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/22687</id>
<updated>2026-04-04T16:14:14Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T16:14:14Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengukuran Beban Kerja Fisik sebagai Dasar Perancangan Waktu Istirahat Optimal pada Stasiun Kerja Potong</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29117" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29117</id>
<updated>2021-03-15T03:51:10Z</updated>
<summary type="text">Pengukuran Beban Kerja Fisik sebagai Dasar Perancangan Waktu Istirahat Optimal pada Stasiun Kerja Potong
Abstract. CV. KTN is a company engaged in manufacturing machining. The problems that occurred in CV. KTN is that the operator experiences complaints of pain in his body parts when working, so that his work productivity decreases. The purpose of this research is to identify the perceived complaints, identify the workload received and design the optimal frequency of rest time to minimize complaints felt by cutting work station operators. To identify pain complaints using Cornell Mosculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ) which were distributed to two cut work station operators, identified physical workload using the 10 beat method and to design optimal resting time using allowance  factors. Based on the results of the CMDQ, the level of complaints with the severe category was in the lower back, the moderate category was in the neck, calves and legs. This shows the need for handling so as not to pose a risk in the future. Based on the average value of% CVL of 34.16% and total metabolism of 330.609 Kcal / hour, it shows that the workload is in the moderate category (improvement is needed). To design a break time using a minimum allowance factor results in a rest time of 30 minutes. This time will be allocated when the work pulse increases, namely at 10:00, 11:00 and 15:00, each of which will get an additional time of 10 minutes. This additional time is expected to minimize the complaints felt by cutting work station operators so that these operators work optimally.Keywords: Cornell Mosculoskeletal Discomfort Questionnaires, 10 Beats Method, Allowance FactorsAbstrak. CV. KTN merupakan perusahaan yang bergerak dibidang machining manufacture. Permasalahan yang terjadi di CV. KTN yaitu operator mengalami keluhan rasa sakit pada bagian tubuhnya ketika bekerja, sehingga produktivitas kerjanya menurun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi keluhan yang dirasakan, mengidentifikasi beban kerja yang diterima dan merancang frekuensi waktu istirahat optimal guna meminimalisir keluhan yang dirasakan operator stasiun kerja potong. Untuk identifikasi keluhan rasa sakit menggunakan Cornell Mosculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ) yang disebarkan kepada dua operator stasiun kerja potong, mengidentifikasi beban kerja fisik menggunakan metode 10 denyut dan untuk merancang waktu istirahat optimal menggunakan faktor kelonggaran. Berdasarkan hasil CMDQ, tingkat keluhan dengan kategori berat berada pada bagian punggung bawah, kategori sedang pada bagian leher, betis dan kaki. Hal ini menunjukan perlu adanya penanganan agar tidak menimbulkan risiko dikemudian hari. Berdasarkan nilai rata-rata % CVL sebesar 34,16% dan total metabolisme sebesar 330,609 Kkal/jam menunjukan beban kerja berada pada kategori sedang (diperlukan perbaikan). Untuk perancangan waktu istirahat menggunakan faktor kelonggaran minimum menghasilkan waktu istirahat sebesar sebesar 30 menit. Waktu tersebut akan dialokasikan pada saat denyut nadi kerja meningkat yaitu pada jam 10:00, 11:00 dan 15:00, masing-masing dari waktu tersebut akan mendapatkan tambahan waktu sebesar 10 menit. Penambahan waktu ini diharapkan dapat meminimalisir keluhan yang dirasakan oleh operator stasiun kerja potong agar operator tersebut bekerja secara optimal.Kata Kunci: Cornell Mosculoskeletal Discomfort Questionnaires, Metode 10 Denyut, Faktor Kelonggaran.
</summary>
</entry>
<entry>
<title>Usulan Perancangan Kemasan Produk Yoghurt dengan Menggunakan Pendekatan Kansei Engineering</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29116" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29116</id>
<updated>2021-03-15T03:51:10Z</updated>
<summary type="text">Usulan Perancangan Kemasan Produk Yoghurt dengan Menggunakan Pendekatan Kansei Engineering
Abstract. Koperasi Peternak Susu Bandung Utara is a cooperative engaged in collecting pure cow's milk from breeders who independently produce pasteurized milk, whole milk, and yogurt. The focus of this research is that the company wants to replace the packaging of 1 liter of freshtime yogurt because the company has complaints of leaks in the packaging. The packaging design proposal is designed not only to solve technical problems, but it is expected to provide suggestions according to the preferences of yogurt consumers. The aim of this research is to identify consumer preferences that can influence the design elements of freshtime yogurt packaging. The method used in this research is Kansei Engineering, which is a product design tool that aims to capture consumer emotions into product design. Meanwhile, conjoin analysis is used to determine the value of the relationship between design elements and the word Kansei. The results obtained in this study are that consumers want cylindrical packaging, aseptic carton, and full color. Based on data processing, it is obtained that 9 Kansei words represent consumer feelings towards the Youghurt packaging image, namely, cheap price, strong, ergonomic, there is a halal logo, there is a halal logo, complete information, unique, beautiful, and fresh.Keywords: Kansei Engineering, Packaging Design, Yoghurt Freshtime.Abstrak. Koperasi Peternak Susu Bandung Utara merupakan koperasi bergerak dibidang pengumpulan susu sapi murni dari peternak yang memproduksi secara mandiri susu pasteurisasi, susu murni, dan yoghurt. Fokus penelitian ini adalah pihak perusahaan ingin mengganti kemasaan yoghurt freshtime 1liter sebab, perusahaan mendapatkan keluhan kebocoran pada kemasan. Usulan desain kemasan dirancang tidak hanya menyelesaikan permasalahan secara teknis saja namun, diharapkan dapat memberikan usulan yang sesuai dengan preferensi konsumen yoghurt. Tujuan penelitian yaitu, untuk mengidentifikasi preferensi konsumen yang dapat mempengaruhi elemen desain kemasan yoghurt freshtime. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Kansei Engineering yang merupakan salah satu alat perancangan produk yang bertujuan untuk menangkap emosi konsumen kedalam desain produk. Sedangkan, Analisis conjoin digunakan untuk mengetahui nilai hubungan elemen desain dengan kata Kansei. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah konsumen menginginkan kemasan berbentuk silinder, berbahan aseptic carton, dan penuh warna. Berdasarkan pengolahan data didapat 9 kata Kansei mewakili perasaan konsumen terhadap image kemasan youghurt yaitu, harga murah, kuat, ergomonis, terdapat logo halal, terdapat logo halal, Informasi lengkap, unik, cantik, dan segar.Kata Kunci: Kansei Engineering, Desain kemasan, yoghurt freshtime.
</summary>
</entry>
<entry>
<title>Usulan Waktu Interval Pemeliharaan Mesin Solna Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance pada PT. Thursina Mediana Utama</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29114" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29114</id>
<updated>2021-03-15T03:50:58Z</updated>
<summary type="text">Usulan Waktu Interval Pemeliharaan Mesin Solna Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance pada PT. Thursina Mediana Utama
Abstract. PT. Thursina Mediana Utama is a company engaged in the printing and publishing industry. The production process consists of preprint, print, and post print stages. At the printing stage, the defective product produced was 131,182 kg in the last three years. The printing stage uses several machines, namely Solna, Goss, Komori, and Sakurai Oliver. The Solna machine has the highest downtime, namely 176.08 hours during 2017-2019. Downtime is caused due to component failure. Damage to components can reduce the reliability value of the machine. If the reliability value of a machine is low, then maintenance needs to be increased. Therefore it is necessary to do preventive maintenance using the Reliability Centered Maintenance method. The focus of RCM is to carry out preventive maintenance so that the reliability value of the machine is maintained and reduces maintenance operational costs. Based on data processing performed, maintenance intervals are carried out for the blanket, new moll, and ink roll bearing components. The proposed maintenance intervals for the three components are necessary to carry out preventive maintenance within 390 working hours for the blanket component, 784 working hours for the new moll component, and 672 working hours for the ink roll bearing component in order to maintain 90% reliability. The reliability value will increase by 46.7% for the blanket component, 39.6% for the new moll component, and 39.7% for the ink roll bearing component from the previous one. In addition, the costs incurred by the company are also lower if they implement preventive maintenance with an expected cost savings of 32% for blanket components, 34% for new moll components, and 57% for ink roll bearing components.Keywords: Reliability Centered Maintenance (RCM).Abstrak. PT. Thursina Mediana Utama adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri percetakan dan penerbitan. Proses produksi terdiri atas tahap pracetak, cetak, dan pasca cetak. Pada tahap cetak, produk cacat yang dihasilkan sebesar 131.182 kg dalam tiga tahun terakhir.  Tahap cetak menggunakan beberapa mesin yaitu Solna, Goss, Komori, dan Sakurai Oliver. Mesin Solna mempunyai downtime tertinggi yaitu sebesar 176,08 jam selama 2017-2019. Downtime disebabkan karena kerusakan komponen. Kerusakan komponen dapat menurukan nilai keandalan mesin. Jika nilai keandalan suatu mesin rendah, maka pemeliharaan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu perlu dilakukan preventive maintenance dengan metode Reliability Centered Maintenance. Fokus dari RCM adalah melakukan preventive maintenance agar nilai keandalan mesin terjaga dan menekan biaya operasional perawatan. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, interval pemeliharaan dilakukan untuk komponen blanket, new moll, dan bearing roll tinta. Usulan interval pemeliharaan untuk ketiga komponen tersebut yaitu perlu melakukan preventive maintenance dalam selang waktu 390 jam kerja untuk komponen blanket, 784 jam kerja untuk komponen new moll, dan 672 jam kerja untuk komponen bearing roll tinta agar dapat mempertahankan keandalan sebesar 90%. Nilai keandalan akan meningkat sebesar 46,7% untuk komponen blanket, 39,6% untuk komponen new moll, dan 39,7% untuk komponen bearing roll tinta dari sebelumnya. Selain itu, biaya yang dikeluarkan perusahaan juga lebih rendah jika menerapkan preventive maintenance dengan ekspetasi penghematan biaya sebesar 32% untuk komponen blanket, 34% untuk komponen new moll, dan 57% untuk komponen bearing roll tinta.Kata kunci: Reliability Centered Maintenance (RCM).
</summary>
</entry>
<entry>
<title>Perancangan Produk Tepat Guna Dengan Menggunakan Konsep Kansei Engineering</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29115" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29115</id>
<updated>2021-03-15T03:50:58Z</updated>
<summary type="text">Perancangan Produk Tepat Guna Dengan Menggunakan Konsep Kansei Engineering
Perkebunan sereh wangi adalah tanaman atsiri yang potensial, kandungan sereh wangi bisa dijadikan sebagai obat-obatan, makanan, parfum, aromaterapi, kosmetik, dan lain lain. Proses produksi minyak sereh wangi yaitu dengan cara penyulingan. Dalam proses penyulingan ini bahan baku (daun sereh wangi) yang sudah dipanen harus di keringkan dahulu sebelum memulai proses penyulingan. Proses pengeringan daun sereh wangi saat ini masih manual yaitu dengan cara dijemur dan diangin anginkan. Dikarenakan faktor cuaca hujan sangat mempengaruhi proses penyulingan maka untuk mempermudah proses pengeringan diperlukan alat pengering agar minyak sereh wangi baik kualitasnya untuk disuling dan harga jual daun sereh wangi stabil. Desain produk alat pengering sereh wangi yang sudah terpilih yaitu desain alat pengering sereh wangi yang berkualitas dan diinginkan oleh konsumen adalah desain alat pengering sereh wangi yang simple, portable, mempunyai sensor gerak, mempunyai pengatur waktu, mempunyai pengatur suhu, alat pengering dapat dicharger, kuat, mudah dibersihkan, tahan karat, satu warna, mudah disimpan, menggunakan pengering, ringan, sederhana, dan mempunyai roda. Hasil desain alat pengering sereh wangi yang diinginkan oleh konsumen adalah desain alat pengering sereh wangi yang berbahan stainless steel, berbentuk tabung, dan berukuran besar.
</summary>
</entry>
</feed>
