<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
<title>NA - Fakultas Syariah</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/27854" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/27854</id>
<updated>2026-04-04T15:35:26Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T15:35:26Z</dc:date>
<entry>
<title>Hak Waris Anak Angkat Menurut Islam</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/31140" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/31140</id>
<updated>2025-08-25T06:15:18Z</updated>
<published>2025-08-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hak Waris Anak Angkat Menurut Islam
Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria
Di tengah kehidupan masyarakat kita yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, mengangkat anak menjadi praktik yang lazim dan penuh kebaikan. Tak jarang, seorang anak yang kehilangan orangtua atau berasal dari keluarga yang kurang mampu diasuh oleh orang lain, dibesarkan dengan penuh kasih, dan diperlakukan layaknya anak kandung sendiri. Secara hukum waris Islam (faraidh), warisan hanya diberikan kepada mereka yang memiliki hubungan darah (nasab) atau pernikahan yang sah dengan si&#13;
pewaris. Karena anak angkat tidak memiliki hubungan nasab dengan orangtua angkatnya. Islam membolehkan seseorang mewasiatkan hingga sepertiga dari hartanya kepada pihak di luar ahli waris, termasuk anak angkat. Wasiat ini sah dan dihormati selama tidak melanggar hak ahli waris lainnya. Kedua, Islam juga membuka jalan melalui hibah, yakni pemberian harta secara langsung kepada anak angkat saat&#13;
orangtua angkat masih hidup.
</summary>
<dc:date>2025-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Menunda Pembagian Waris</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/31034" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/31034</id>
<updated>2024-07-16T06:20:53Z</updated>
<published>2024-07-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Menunda Pembagian Waris
Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria
ISTILAH waris identik dengan harta peninggalan. Dalam Islam, aturan&#13;
pelaksanaan waris ditegaskan dalam QS An-Nisa ayat 11, 12, dan 176. Faktanya, masih&#13;
terdapat saudara kita umat Islam yang belum melaksanakan pembagian waris sesuai dengan ketentuan dalam Al-Qur’an. Salah satunya dalam hal menyegerakan pembagian waris kepada ahli waris
</summary>
<dc:date>2024-07-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hikmah Pembagian Waris</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/31025" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/31025</id>
<updated>2024-02-23T01:54:50Z</updated>
<published>2023-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hikmah Pembagian Waris
Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria
</summary>
<dc:date>2023-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penerapan Waris dalam Islam</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/31007" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/31007</id>
<updated>2023-10-19T02:17:22Z</updated>
<published>2023-07-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penerapan Waris dalam Islam
Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria
</summary>
<dc:date>2023-07-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
