<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
<title>FA - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Fakultas Tarbiyah</subtitle>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29</id>
<updated>2026-04-04T19:10:10Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T19:10:10Z</dc:date>
<entry>
<title>Penggunaan Teknik Melukis Inkonvensional Untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anak Kelompok B Di Tkq Salam Manunggal</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/30794" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fadlilah, Hamidah</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/30794</id>
<updated>2023-02-10T07:08:13Z</updated>
<published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penggunaan Teknik Melukis Inkonvensional Untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Anak Kelompok B Di Tkq Salam Manunggal
Fadlilah, Hamidah
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang&#13;
muncul pada anak kelompok B di TKQ Salam Manunggal yaitu belum&#13;
berkembangnya kemampuan kreativitas anak. Sebagian anak belum mampu untuk&#13;
menuangkan ide-idenya dalam membuat sebuah lukisan. Tindak lanjut dari&#13;
permasalah tersebut, diperlukannya suatu pembelajaran yang dapat menstimulus&#13;
kemampuan kreativitas anak. Peneliti merancang kegiatan pembelajaran&#13;
menggunakan teknik melukis inkonvensional (teknik tutup) untuk meningkatkan&#13;
kemampuan kreativitas anak kelompok B dengan menggunakan metode penelitian&#13;
tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini, antara lain: untuk mengetahui bagaimana&#13;
kondisi awal kemampuan kreativitas anak sebelum dilakukkanya tindakan&#13;
menggunakan teknik inkonvensional, mengetahui proses atau tahapan-tahapan&#13;
peningkatan kemampuan kreativitas anak menggungakan teknik melukis&#13;
inkonvensional, dan mengetahui hasil penggunaan teknik melukis inkonvensional&#13;
untuk meningkatkan kreativitas anak kelompok B di TK-Q Salam Manunggal.&#13;
Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B TKQ Salam Manunggal yang&#13;
berjumlah 10 anak. Hasil akhir kemampuan kreativitas anak menunjukan&#13;
peningkatan yang cukup segnifikan setelah diterapkannya teknik melukis&#13;
inkonvensional. Hal ini dapat terlihat dari kemampaun kreativitas anak yang sudah&#13;
meningkat dari kondisi awal, pada pra siklus 80% anak masuk kedalam kategori&#13;
Belum Berkembang (BB) dan 20% anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB).&#13;
Pada akhir siklus 1, 70% anak masuk kategori Belum Berkembang (BB) dan 30%&#13;
anak masuk kategori Mulai Berkembang (MB), pada akhir siklus 2, 40% anak masuk&#13;
kategori Berkembang Sesuai Harapa (BSH), 30% anak masuk kategori Mulai&#13;
Berkembang (MB), dan 30% anak masuk kategori Belum Berkembang (BB), pada&#13;
akhir siklus 3, 40% anak masuk kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 30% anak&#13;
masuk kategori Berkembang sesuai Harapan (BSH) dan 30% anak masuk kategori&#13;
Mulai Berkembang (MB). Berdasarkan hasil penelitian ini, kegiatan melukis&#13;
menggunakan teknik melukis inkonvensional dapat digunakan sebagai salah satu&#13;
metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan&#13;
kreativitas anak.
</summary>
<dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Study Kasus Perkembangan Anak Di Rumah Kardus Di Rt 05 Rw 06 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/30793" rel="alternate"/>
<author>
<name>Haryati, Sri</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/30793</id>
<updated>2023-02-10T06:43:27Z</updated>
<published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Study Kasus Perkembangan Anak Di Rumah Kardus Di Rt 05 Rw 06 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung
Haryati, Sri
Studi Kasus Perkembangan Anak di Rumah Kardus di Rt 05 Rw 06 Kelurahanan&#13;
Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. Eva Sri Haryati. NPM&#13;
10030216030.&#13;
Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang Studi Kasus&#13;
Perkembangan Anak di Rumah Kardus di Rt 05 Rw 06 Kelurahanan Pelindung&#13;
Hewan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung yang meliputi tentang enam aspek&#13;
perkembangan anak, faktor terhambatnya perkembangan anak&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu untuk&#13;
memperoleh gambaran tentang terhambatnya perkembangan anak yang tinggal&#13;
dirumah kardus, sehingga penelitian yang diteliti akan di deskripsikan sebagaimana&#13;
dari hasil wawancara dan pengamatan peneliti dilapangan apa adanya tanpa&#13;
memberikan treatment apapun. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak yang tinggal&#13;
di rumah kardus di Rt 05 Rw 06 Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan&#13;
Astanaanyar Kota Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara&#13;
dan observasi. Hasil dari pengumpulan data dianalisis secara deskriptif kualitatif.&#13;
Hasil penelitian menggambarkan bahwa terhambatnya perkembangan anak yang&#13;
tinggal di rumah kardus yang terlatak di Rt 05 RW 06 Kelurahan Pelindung Hewan&#13;
Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung menunjukan; 1) sejarah kehidupan atau&#13;
perkembangan seorang anak yang tinggal di rumah kardus; 2) Pengasuhan atau pola&#13;
asuh yang diberikan orang tua atau orang yang terdekat dengan anak yang tinggal&#13;
di rumah kardus dalam mengembangkan aspek-aspek kepribadian anak; 3) adanya&#13;
upaya pembelajaran yang diberikan baik oleh guru di Pos Paud Anggrek dan tokoh&#13;
masyarakat untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak yang tinggal&#13;
di rumah kardus ; 4) adanya upaya pemahaman guru tentang faktor-faktor yang&#13;
menpengaruhi perkembangan anak dan dapat melakukan antisipasi berbagi upaya&#13;
untuk memfasilitasi perkembangan anak tersebut.&#13;
Implikasi penelitian terhadap terhambatnya perkembangan anak di rumah kardus&#13;
adalah pengasuhan atau pola asuh yang diberikan oleh orang tua atau orang yang&#13;
terdekat dengan anak itu, dukungan yang diberikan oleh lingkungan dimana anak&#13;
itu tinggal, pembelajaran yang diberikan oleh guru Pos Paud Anggrek dalam&#13;
mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak tersebut
</summary>
<dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Terhadap Pelaksanaan Pengembangan Kemandirian Pada Anak Usia Dini Di Tk Little Smart Jalan Atlas Dalam V No 11 &amp; 34 D Bandung</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/30792" rel="alternate"/>
<author>
<name>Suprapti, Eti</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/30792</id>
<updated>2023-02-10T06:29:39Z</updated>
<published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Terhadap Pelaksanaan Pengembangan Kemandirian Pada Anak Usia Dini Di Tk Little Smart Jalan Atlas Dalam V No 11 &amp; 34 D Bandung
Suprapti, Eti
Mandiri adalah bentuk keberhasilan dalam mengelola emosi sehingga tumbuh&#13;
kecerdasan emosi. Kemandirian Anak Usia Dini merupakan bagian dari proses&#13;
perkembangan yang diharapkan terjadi dalam rangka menuju ke kedewasaan, intinya&#13;
bahwa Kemandirian Anak merupakan suatu kemampuan untuk brfikir, merasakan,&#13;
serta anak melakukan sesuatu atas dorongan diri sendiri sesuai&#13;
kewajibannya dalam kehidupan sehari - hari. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif Adapun partisipan&#13;
dari penelitian ini adalah anak-anak kelompok TK usia 5-6 tahun di TK Little&#13;
Smart. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kegiatan pembiasaan anak untuk&#13;
lebih mandiri. Adapun tekhnik pengambilan data menggunakan tekhnik observasi,&#13;
wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa&#13;
hasil observasi di TK Little Smart kemandirian anak sudah terlihat dari bentuk&#13;
kegiatan harian di sekolah pada pagi hari hingga menjelang pulang yang menjadi&#13;
pembiasaan sehari hari sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan kemandirian&#13;
anak dapat menjadi acuan bagi sekolah lain yang dirasa peserta didiknya belum&#13;
mandiri Dan dengan adanya penelitian ini maka proses pembentukan kegiatan&#13;
pembiasaan kemandirian akan dapat menjadi fenomena baru untuk diterapkan pada&#13;
anak usia dini.
</summary>
<dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Bermain Peran Bagi Anak Usia 3-4 Tahun Di Tk Pertiwi Iii Bandung Penelitian Tindakan Kelas</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/30791" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yogyanti, Epi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/30791</id>
<updated>2023-02-10T06:24:08Z</updated>
<published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Bermain Peran Bagi Anak Usia 3-4 Tahun Di Tk Pertiwi Iii Bandung Penelitian Tindakan Kelas
Yogyanti, Epi
Pendidikan karakter dilakukan untuk membentuk pribadi seseorang agar&#13;
memiliki budi pekerti, tabiat yang baik, perilaku yang baik. Karakter merupakan&#13;
watak, tabiat, kepribadian seseorang yang digunakan sebagai landasan bersikap,&#13;
dan bertindak. Tujuan penelitian adalah untuk menerapkan pendidikan karakter&#13;
pada anak usia dini dalam kegiatan belajarnya. Bermain peran dapat digunakan&#13;
sebagai implementasi pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
penelitian tindakan kelas yang mengacu pada pendapat Suharsimi Arikunto, dengan&#13;
pendekatan kualitatif. Bermain peran adalah salah satu model pembelajaran&#13;
bermain yang dilakukan secara berkelompok. Hasil Penelitian Tindakan Kelas di&#13;
kelas A Strawberry TK Pertiwi III Bandung, pada siklus I pencapaian nilai kategori&#13;
rendah. Setelah dilakukan siklus II, muncul perilaku baik peserta didik hingga ratarata&#13;
mencapai kategori baik, melalui bermain peran anak dapat membedakan&#13;
perilaku baik dan buruk, dapat melakukan praktek langsung memerankan perilaku&#13;
sesuai karakter tokoh tertentu. Implementasi pendidikan karakter melalui bermain&#13;
peran pelaksanaannya melalui dua siklus yaitu, siklus I dan siklus II. Setiap siklus&#13;
terdiri dari tiga tahap yaitu; tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap&#13;
evaluasi. Pada setiap akhir siklus dilakukan refleksi untuk mengetahui kelemahan&#13;
atau kelebihan dari tindakan yang telah dilaksanakan. Kelemahan pada siklus I&#13;
dapat disempurnakan pada siklus berikutnya (siklus II).
</summary>
<dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
