<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
<title>FA - Program Studi Ilmu Ekonomi</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/44" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Ilmu Ekonomi</subtitle>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/44</id>
<updated>2026-04-04T16:54:40Z</updated>
<dc:date>2026-04-04T16:54:40Z</dc:date>
<entry>
<title>Dampak Pembebasan Tanah Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (Bijb) Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Sekitar Kertajati Kabupaten Majalengka</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/12122" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ismaniar, Imma</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/12122</id>
<updated>2017-11-02T03:30:31Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Pembebasan Tanah Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (Bijb) Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Sekitar Kertajati Kabupaten Majalengka
Ismaniar, Imma
Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)&#13;
merupakan realisasi rencana pembangunan Provinsi Jawa Barat yang&#13;
kemudian dijadikan pembangunan nasional. Pembangunan BIJB&#13;
membutuhkan dukungan dari masyarakat, salah satunya adalah&#13;
pembebasan tanah. Terjadinya pembebasan tanah tersebut berdampak&#13;
pada kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak&#13;
pembebasan tanah yang diakibatkan oleh pembangunan BIJB terhadap&#13;
kondisi sosial ekonomi masyarakat dan tingkat produktivitas padi di&#13;
sekitar Kertajati Kabupaten Majalengka. Indikator sosial ekonomi&#13;
tersebut terdiri dari Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan Tingkat&#13;
Pendapatan.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method yang terdiri&#13;
dari analisis kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan&#13;
dengan wawancara mendalam dan penyebaran kuisioner pada masyarakat&#13;
terkena pembebasan tanah. Kegitan ini dilakukan dari tanggal 1&#13;
Desember 2015 hingga 15 Februari 2016. Teknik pengumpulan sampel&#13;
dilakukan menggunakan pendekatan random sampling dengan jumlah&#13;
sampel sebanyak 99 sampel. Sebasaran sampel dilakukan di Desa&#13;
Bantarjati, Desa Kertajati, Desa Kertasari dan Desa Sukakerta. Dalam&#13;
analisi data, penulis menggunakan metode analisis data nya Statistika Uji&#13;
Beda Rata-rata: Paired Samples T Test (Uji Sampel Berpasangan), Uji&#13;
Statistika Non Parametik: Uji Dua Sampel Berhubungan dan Skala&#13;
Likert.&#13;
Hasil studi ini mengindikasikan pembebasan tanah justru&#13;
meningkatkan produktivitas lahan pertanian milik masyarakat yang&#13;
terkena pembebasan. Hal ini karena sebagian besar hasil penjualan tanah&#13;
digunakan untuk membeli tanah yang lebih luas. Hasil untuk analisis&#13;
lainnya adalah pembebasan tanah tidak berdampak pada tingkat&#13;
pendidikan, pengeluaran konsumsi masyarakat dan peralihan jenis&#13;
pekerjaan dari pertanian ke non pertanian pada masyarakat yang terkena&#13;
pembebasan tanah.
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Identifikasi Model Bisnis Kanvas Pada Sentra Industri Alas Kaki Di Kawasan Cibaduyut</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/12009" rel="alternate"/>
<author>
<name>Buana, Berry Cahya</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/12009</id>
<updated>2017-10-19T07:35:37Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Identifikasi Model Bisnis Kanvas Pada Sentra Industri Alas Kaki Di Kawasan Cibaduyut
Buana, Berry Cahya
Industri alas kaki merupakan salah satu industri andalan yang&#13;
dikembangkan menurut Renstra Kementerian Perindustrian pada tahun 2015-&#13;
2019. Sentra industri alas kaki di kawasan Cibaduyut merupakan sentra alas kaki&#13;
terbesar di Indonesia. Kawasan Cibaduyut menjadi tempat produksi massal&#13;
produk alas kaki. Struktur yang ada dalam sentra industri alas kaki terbentuk dari&#13;
aktor-aktor yang terlibat dalam sentra industri alas kaki Cibaduyut yang saling&#13;
berinteraksi dalam mendukung aktivitas ekonomi.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model bisnis&#13;
kanvas pada sentra industri alas kaki di kawasan Cibaduyut dan merumuskan&#13;
strategi pengembangan sentra industri alas kaki di kawasan Cibaduyut. Penelitian&#13;
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan&#13;
dengan wawancara dengan pihak pengrajin alas kaki dan lembaga pemerintah&#13;
yang terkait, observasi dan penyebaran kuesioner pada pengrajin alas kaki.&#13;
Teknik penentuan sampel dilakukan dengan pendekatan random&#13;
sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 pengrajin alas kaki. Metode yang&#13;
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan&#13;
pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk&#13;
diambil kesimpulan.&#13;
Hasil dari penelitian menunjukkan gambaran mengenai model bisnis&#13;
kanvas di kawasan Cibaduyut dengan 9 elemen yang di identifikasi yaitu segmen&#13;
pelanggan, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber&#13;
daya utama, aktifitas utama, kemitraan utama dan stuktur biaya. Elemen yang&#13;
paling kuat ialah proposisi nilai karena pada elemen ini memiliki berbagai&#13;
keunggulan seperti sifat baru, performa kinerja, kustomisasi, desain, dan&#13;
kenyaman/kegunaan dari produk alas kaki. Elemen terlemah adalah kemitraan&#13;
utama karena kurangnya peran kelembagaan dalam mendukung perkembangan&#13;
sentra industri alas kaki di kawasan Cibaduyut.&#13;
Hasil analisis SWOT untuk pengembangan industri alas kaki, strategi&#13;
yang paling tepat di susun saat ini adalah bekerjasama dengan lembaga&#13;
pemerintah untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan penggunaan teknologi&#13;
dalam kegiatan produksi maupun pemasaran, melakukan koordinasi dengan para&#13;
stakeholder di sentra Cibaduyut dalam inovasi produk alas kaki, dan dengan&#13;
menjalin kerjasama antar lembaga dan pengrajin guna meningkatkan produksi&#13;
alas kaki.
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kinerja Industri Fesyen Hijab Di Kota Bandung</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/12006" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kusmawati, Annisa</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/12006</id>
<updated>2017-10-19T04:49:48Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kinerja Industri Fesyen Hijab Di Kota Bandung
Kusmawati, Annisa
Industri fesyen merupakan salah satu satu sektor industri kreatif yang&#13;
berpotensi memberikan kontribusi yang besar terhadap PDRB maupun&#13;
peningkatan pendapatan para pelaku usaha. Potensi yang besar terhadap&#13;
pendapatan pelaku usaha tersebut yang membuat semakin berkembangnya&#13;
industri fesyen dan persaingan usaha didalamnya. Salah satu faktor yang membuat&#13;
para pelaku usaha industri fesyen ini mampu bertahan dari ketatnya persaingan&#13;
adalah dari kinerja perusahaannya. Kinerja yang baik membuat para pelaku&#13;
tersebut mampu mempertahankan keberadaan perusahaannya dari ketatnya&#13;
persaingan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja industri fesyen hijab di&#13;
Kota Bandung. Industri fesyen hijab di Kota Bandung merupakan salah satu&#13;
industri yang besar. Hal ini karena pusat produksi hijab Indonesia berada di Kota&#13;
Bandung. Kinerja tersebut diukur dari aspek efisiensi yang mengukur sumber&#13;
inefisiensi dan membuat beberapa strategi untuk mendapatkan industri fesyen&#13;
hijab yang lebih baik.&#13;
Metode dalam penelitian ini adalah metode mix method, yaitu pendekatan&#13;
kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara&#13;
mendalam dan penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan data menggunakan&#13;
pendekatan populasi dengan jumlah populasi sebanyak 4 perusahaan dan 40&#13;
responden untuk konsumen. Teknik yang digunakan untuk penelitian ini adalah&#13;
Data Envelopment Analysis (DEA) dan SWOT analisis.&#13;
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ada kesenjangan efisiensi dari&#13;
empat perusahaan yang diteliti. Sumber utama penyebab inefisien adalah biaya&#13;
operasional dan jumlah tenaga kerja. Strategi pengembangan yang harus&#13;
dilakukan yaitu dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk&#13;
maupun pelayanan, melakukan inovasi produk untuk menarik minat konsumen,&#13;
meningkatkan kerjasama dengan event organaizer, optimalkan peran semua&#13;
stakeholder dan shareholder terhadap peningkatan pangsa pasarnya, membangun&#13;
sistem sumber daya manusia yang berkelanjutan, memberikan insentif yang jelas&#13;
dan terukur bagi kinerja sumber daya manusia mengembangkan pangsa pasar&#13;
melalui e-commerce dengan memanfaatkan web resmi dan sosial media,&#13;
meningkatkan kemampuan untuk menghadapi persaingan, melakukan&#13;
pembenahan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada, membangun loyaliti&#13;
pasar dan sumber daya manusia.
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Pengembangan Produksi Emblim Di Kota Bandung Menjadi Industri Kreatif Studi Kasus : Sentral Emblim Di Jalan Moch.Tohha</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/5289" rel="alternate"/>
<author>
<name>Prasetio, Yulianto Dwi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/5289</id>
<updated>2016-11-24T06:56:34Z</updated>
<published>2010-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Pengembangan Produksi Emblim Di Kota Bandung Menjadi Industri Kreatif Studi Kasus : Sentral Emblim Di Jalan Moch.Tohha
Prasetio, Yulianto Dwi
Industri kreatif merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi&#13;
daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan khususnya Kota Bandung yang&#13;
termasuk salah satu kota di Indonesia yang masuk dalam pemetaan potensi&#13;
industri kreatif tersebut. Dalam perkembangannya, industri kreatif di Kota&#13;
Bandung belum mendapat sentuhan yang signifikan dari pemerintah, padahal&#13;
kontribusi dari industri kreatif ini mampu memberikan peran yang cukup baik&#13;
yakni 8-11% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi&#13;
kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi industri emblim serta strategi&#13;
pengembangan industri emblim di Gang Gemah Moch. Toha Bandung. Penelitian&#13;
ini menggunakan data primer yang dianalisa melalui pendekatan SWOT&#13;
(Strengths, Weakness, Opportunities, Threats).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor kekuatan pelaku usaha&#13;
emblim adalah tersedianya tenaga kerja, desain merupakan imajinasi sendiri,&#13;
sumber modal sendiri dan modal patungan, proses produksi dilakukan secara&#13;
massal dan telah adanya jaringan pemasaran. Adapun faktor yang merupakan&#13;
kelemahan pelaku usaha adalah proses pembuatan desain baru membutuhkan&#13;
waktu yang relatif lama serta tidak tersedia tenaga pemasaran. Sedangkan peluang&#13;
yang dapat dimanfaatkan oleh pelau usaha emblim adalah posisi Kota Bandung&#13;
dikenal sebagai daerah wisata belanja, intensitas permintaan terhadap produk&#13;
tinggi, pembeli datang langsung ke lokasi serta adanya dukungan pemerintah&#13;
dalam askes pemasaran. Sedangkan faktor yang merupakan ancaman bagi usaha&#13;
pengembangan industri emblim adalah duplikasi produk tinggi, dan meningkatnya&#13;
pelaku usaha sejenis sehingga intensitas persaingan sangat ketat.&#13;
Strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Industri Emblim&#13;
yaitu dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar lebih kreatif dan&#13;
inovatif dalam menghasilkan produk yang diinginkan konsumen serta menambah&#13;
jenis/diversifikasi produk agar tercipta segmentasi pasar yang lebih luas.&#13;
Meningkatkan peralatan produksi yang lebih modern. Disisi lain, perlu dukungan&#13;
pemerintah dalam bentuk fasilitator, dan katalisator yang diharapkan dapat&#13;
membuat kebijakan-kebijakan yang mengarah pada penciptaan iklim yang&#13;
mendorong kreatifitas melalui perlindungan hasil karya kreatif dan kemudahan&#13;
perijinan usaha industri emblim.
</summary>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
