<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/101">
<title>Fakultas Kedokteran (FK)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/101</link>
<description>Koleksi paper/ makalah Fakultas Kedokteran</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/26821"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/26820"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/26819"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/26818"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-04T16:36:05Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/26821">
<title>Asosiasi Homocystein dengan Aktivasi NF-kappaB menginduksi Kerusakan sel Neuro 2a</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/26821</link>
<description>Asosiasi Homocystein dengan Aktivasi NF-kappaB menginduksi Kerusakan sel Neuro 2a
Yulianti, Arief Budi
Pada kultur Neuro 2a, homocystein dengan konsentrasi tinggi, 250 – 500 µM, mempengaruhi kenaikan ROS dengan kenaikannya 2- 3 kali lipat dibandingan dengan kultur tanpa perlakuan. Penambahan antioksidan NAC atau IRFI 016 pada kultur memberikan efek perlindungan pada sel Neuro 2a, dengan menurunnya level ROS 35% untuk kultur yang diberi tambahan IRFI 016 dan 20 % untuk NAC, Pencegahan toksisitas Hcy dengan katalase, sehingga tidak terbentuk hidrogen peroksida yang dapat menyebabkan sel injury, kemudian terjadi apoptosis. Pemberian suplemen asam folat mencegah terjadinya stress oksidatif dengan mengurangi intraselular superoksida.
</description>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/26820">
<title>Kerusakan Mitokhondria Sebagai Penanda Penyakit Alzheimer</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/26820</link>
<description>Kerusakan Mitokhondria Sebagai Penanda Penyakit Alzheimer
Yulianti, Arief Budi
Mitokondria merupakan organel, yang cukup besar, sehingga dapat dilihat dengan&#13;
menggunakan mikroskop cahaya, tetapi untuk melihat lebih detail harus menggunakan&#13;
mikroskop elektron. Alzheimer adalah suatu penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan penurunan secara progresif kemampuan kognitif dan diikuti dengan kehilangan memori atau lupa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui fungsi mitokondria sebagai penanda penyakit Alzheimer dan menentukan proses neurodegeneratif pada penyakit alzheimer. Peran mitokondria sangat penting dalam kehidupan sel, disamping berperan dalam mensuplai energi yang dibutuhkan sel, juga ternyata berperan dalam signal transduksi, trasnkripsi dan DNA repair, sehingga bila terjadi kerusakan mitokondria maka menjadi stimulus untuk terjadi neurodegeneratif.
</description>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/26819">
<title>Neurodegenerasi dan Respon Microglia pada Hippocampus Tikus dengan Perlakuan Nitro-LArginine Methyl Ester (L-NAME)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/26819</link>
<description>Neurodegenerasi dan Respon Microglia pada Hippocampus Tikus dengan Perlakuan Nitro-LArginine Methyl Ester (L-NAME)
Yulianti, Arief Budi
Neurodegenerasi adalah proses `penurunan secara progresif struktur dan fungsi neuron&#13;
dan diikuti dengan kematian sel saraf, yang disebabkan oleh penyakit neurodegeneratif&#13;
antara lain, Parkinson, Alzheimer dan Huntington. Ketiga penyakit ini berdasarkan hasil riset mempunyai kemiripan ditingkat sub-selular.&#13;
Pemberian L-NAME satu atau dua kali per hari selama 4 hari berturut-turut menunjukan&#13;
adanya penekanan aktivitas cNOS. Tetapi bila pemberian L-NAME dua kali sehari, terjadi&#13;
neurodegenerasi pada hippocampus, neuronal degenerasi terjadi pada sel pyramidal CA1-2, astrogliosis dan reaktif microglia, dan diikui dengan meningkatnya mRNA GFAP dan proinflamsi sitokinin, yang memberi gambaran terjadi kerusakan pada sistem saraf. Dengan pemberian L-NAME, terjadi disregulasi NOS, dapat terjadi secara langsung&#13;
dengan enzim inhibisi atau NOS level berada pada kondisi basal sebagai hasil pelepasan&#13;
NO pada lingkungan selular.NO bereaksi dengan anion super oksida dan membentuk &#13;
peroxynitous (N203). NO juga berfungsi dalam modulator negative feedback dalam sintesa cNOS. Pengaturan NOS aktivitas memberikan respon pada astrocyte dan microglia. iNOS menginduksi sekresi sitokinin, seperti TNFα oleh makrophag atau microglia, yang akan mengakumulasi kerusakan bagian otak. TNFα meningkatkan NOS aktivitas di indetelial sel, signifikan dengan penurunan halflife NOS yang menyebabkan interaksi antara host-respons injuri.
</description>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/26818">
<title>Neurodegenerasi dan Ekspresi Gen Alpha Synuclein (SNCA)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/26818</link>
<description>Neurodegenerasi dan Ekspresi Gen Alpha Synuclein (SNCA)
Yulianti, Arief Budi
Nuerodegenerasi merupakan perubahan stuktur dan fungsi sel syaraf secara progres, memberi pengertian bahwa perubahan ini berjalan seiring dengan waktu, artinya ada korelasi yang positif antara kerusakan sel syaraf dengan proses penuaan. Neurodegenerasi adalah proses penurunan secara progrersif struktur dan fungsi sel&#13;
syaraf, yang diikuti dengan kematiannya. &#13;
Salah satu teori penuaan sistem biologi adalah Misrepair-Accumulation Theory,&#13;
menggambarkan sejalan dengan penambahan usia banyak terjadi akumulasi protein yang&#13;
tidak dapat lagi diperbaiki. Penyakit Parkinson, salah satu penyakit degeneratif, disebabkan oleh agregasi protein alpha-syn yang mengalami mutasi titik, sehingga menjadi toksik dan menyebabkan kematian sel di bagian subtantia nigra pars compacta.
</description>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
