<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/22040">
<title>Sp - Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/22040</link>
<description>Koleksi skripsi ringkas dalam format artikel Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/28975"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/28974"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/28973"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/28972"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-04T13:49:00Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/28975">
<title>Kajian Implementasi Program Smart City pada Dimensi Smart Government Smart Living dan Smart Environment di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/28975</link>
<description>Kajian Implementasi Program Smart City pada Dimensi Smart Government Smart Living dan Smart Environment di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung
Abstract. The government of Bandung Regency has the master plan  to implement The Smart City program in which there are terms for program achievement indicators.  In addition, there are   Smart City master plan evaluation activities, however the  evaluation output is not well documented and is only limited to the evaluation score from the evaluator which means that there is no concrete measurable output based on the indicators of each Smart City element in Bandung Regency.  If this continues, it can certainly have negative impacts on the program development of the Smart City concept that has been built.  Therefore, it is necessary to do an in-depth study of the Smart City program implementation as an initiation of the Smart City evaluation concept in order to determine the development strategies based on the evaluation of the Smart City program implementation.  By means of qualitative descriptive approach and SWOT analysis, the results show that the implementation of Smart Government and Smart Living are in Quadrant 2 and Quadrant 1 respectively, while for Smart Environment is in Quadrant 4Keywords: Government, Environment, LivingAbstrak. Dalam implementasi Program Smart City, pemerintah Kabupaten Bandung telah memiliki masterplan Smart City yang di dalamnya terdapat ketentuan indikator capaian program. Selain itu, terdapat kegiatan evaluasi masterplan SC namun output dari evaluasi tersebut belum berbentuk dokumen dan hanya sebatas angka penilaian dari evaluator, sehingga belum adanya bentuk konkrit yang terukur berdasarkan indikator per elemen smart city di Kabupaten Bandung. Hal ini jika terus dibiarkan tentu bisa berdampak buruk pada pengembangan program dari konsep Smart City yang telah dibangun. Maka perlu dilakukan kajian mendalam terhadap implementasi program Smart City sebagai bentuk awal dari evaluasi Konsep Smart City agar kedepannya dapat ditentukan strategi-strategi pengembangan berdasarkan evaluasi implementasi program Smart City. Melalui metode pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT maka didapatkan hasil  bahwa Implementasi Smart Government berada pada kuadran 2, Smart Living berada pada kuadran 1, dan Smart Environment berada pada kuadran 4. Kata Kunci: Pemerintah, Lingkungan,  Hidup
</description>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/28974">
<title>Identifikasi Lokasi Curug Ciharus untuk Pengembangan Destinasi Wisata</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/28974</link>
<description>Identifikasi Lokasi Curug Ciharus untuk Pengembangan Destinasi Wisata
Abstract. Curug Ciharus is a tourist destination located in Desa Dano, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. The location of the waterfall which is in a protected area requires environmental preservation in its development. At the location of the waterfall there is also an ecosystem that needs to be maintained, so tourism development must be appropriate. There is a plan to develop Curug Ciharus which is indicated to be damaging to the environment so it needs to be assessed to get the appropriate development. Ecotourism is natural tourism with a mild impact which causes the preservation of species and their habitats directly with their role in conservation and or indirectly by giving views to the local community, to enable local people to place value and protect natural tourism and other life as a source of income The concept of ecotourism is a concept suitable for the development of natural tourism, but there are many parameters that need to be considered in order to maintain its sustainability. The method in this research is to identify the ecosystem in Curug Ciharus, calculate the physical carrying capacity of the tour as well as the elements of tourism development according to the ecotourism parameters. The results showed that for the development of ecotourism in Curug Ciharus, there are still many things that need to be improved and there is a need for bigger steps in terms of environmental and cultural conservation, as well as implementing physical carrying capacity for tourism activities so as not to damage the ecosystem around the waterfall.Keywords: Development, Tourism Destinations, Ecotourism Concept.Abstrak. Curug Ciharus merupakan destinasi wisata yang berada di Desa Dano, Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Letak lokasi curug yang berada di kawasan lindung memberikan keharusan pelestarian lingkungan didalam pengembangannya. Di lokasi curug juga terdapat ekosistem yang perlu dijaga, maka pengembangan wisatanya harus sesuai. Terdapat rencana pengembangan Curug Ciharus yang terindikasi akan merusak lingkungan sehingga perlu dikaju untuk mendapatkan pengembangan yang sesuai. Ekowisata adalah wisata alam berdampak ringan yang menyebabkan terpeliharanya spesies dan habitatnya secara langsung dengan peranannya dalam pelestarian dan atau secara tidak langsung dengan memberikan pandangan kepada masyarakat setempat, untuk membuat masyarakat setempat dapat menaruh nilai, dan melindungi wisata alam dan kehidupan lainnya sebagai sumber pendapatan. Konsep ekowisata merupakan konsep yang cocok untuk pengembangan wisata alam namun banyak parameter yang perlu diperhatikan agar terjaga keberlanjutannya. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan mengidentifikasi ekosistem yang ada di Curug Ciharus, menghitung daya dukung fisik wisata juga unsur-unsur pengembangan pariwisata sesuai dengan parameter ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk pengembangan ekowisata di Curug Ciharus masih banyak hal yang diperbaiki dan perlu adanya langkah yang lebih besar dalam hal konservasi lingkungan dan budaya, juga menerapkan daya dukung fisik untuk kegiatan wisata agar tidak merusak ekosistem sekitar curug.Kata Kunci: Pengembangan, Destinasi Wisata, Konsep Ekowisata.
</description>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/28973">
<title>Identifikasi Pengaruh Perilaku Manusia Little Arab terhadap Bencana Antropogenik Jabal Al-Jannah</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/28973</link>
<description>Identifikasi Pengaruh Perilaku Manusia Little Arab terhadap Bencana Antropogenik Jabal Al-Jannah
Abstract. The arrival of Arab tourists in Cipanas District is enough to change the face of Cipanas District, starting from the many levels of development to meet tourist facilities that are sufficient to eat green areas to influence the behavior of local people who are carried away by the tourists. Attitudes towards nature and social behavior often change with the arrival of Arab tourists. This behavior is considered quite worrying about the occurrence of anthropogenic disasters, namely floods and landslides in Cipanas District when viewed from a scientific perspective and from the perspective of the Qur'an. So that the authors identify the influence of Little Arab human behavior on the Jabbal Al-Jannah Anthropogenic Disaster. The research method used is multiple linear regression and descriptive methods. Disaster event data will become (dependent variable) which will be regressed with human behavior towards nature which is (Independent variable X1) to see what behaviors have the potential to influence the disaster. Then the social behavior of the community (Independent Variable X2) which is not in accordance with Islamic law will be viewed from the perspective of the Qur'an. The results showed that there are 3 behaviors towards nature that have the potential to influence the occurrence of disasters and social behavior that is not in accordance with Islamic law based on the perspective of the Al-Qur'an which is included in 4 terms which can lead to anthropogenic disasters.Keywords: Behavior, Human, Little Arab DisasterAbstrak. Datangnya turis Arab di Kecamatan Cipanas cukup merubah wajah Kecamatan Cipanas mulai dari banyaknya tingkat pembangunan untuk memenuhi fasilitas wisata yang cukup memakan Kawasan hijau hingga mempengaruhi perilaku masyarakat lokal yang terbawa suasana oleh para turis tersebut. Perilaku terhadap alam dan perilaku sosial masyarakat kerap berubah seiring dengan kedatangan turis arab. Perilaku tersebut dirasa cukup mengkhawatirkan terhadap terjadinya bencana antropogenik yaitu banjir dan longsor di Kecamatan Cipanas jika ditinjau dalam segi ilmu pengetahuan dan dalam perspektif Al-Qur’an. Sehingga penulis melakukan identifikasi pengaruh perilaku manusia Little Arab Terhadap Bencana Antropogenik Jabbal Al-Jannah. Metode penelitian yang digunakan ialah metode regresi linier berganda serta metode deskriptif. Data kejadian bencana akan menjadi (variabel dependen) yang akan di regresikan dengan perilaku manusia terhadap alam yang merupakan (variabel Independen X1) untuk melihat apa saja perilaku yang berpotensi berpengaruh terhadap kejadian bencana tersebut. Lalu perilaku sosial masyarakat (Variabel Independen X2) yang tidak sesuai dengan syariat Islam akan ditinjau dari pandangan perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 3 perilaku terhadap alam yang berpotensi berpengaruh terhadap terjadinya bencana dan perilaku sosial masyarakat yang tidak sesuai dengan syariat Islam berdasarkan perspektif Al-Qur’an masuk kedalam 4 term yang dapat mengakibatkan bencana antropogenik. Kata Kunci : Perilaku, Manusia, Little Arab, Bencana
</description>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/28972">
<title>Kajian Kesiapan Penerapan Pariwisata Halal di Kawasan Strategi Pariwisata Nasional Ciwidey berdasarkan fuzzylogic</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/28972</link>
<description>Kajian Kesiapan Penerapan Pariwisata Halal di Kawasan Strategi Pariwisata Nasional Ciwidey berdasarkan fuzzylogic
Abstract. Bandung Regency is designated as a leading halal tourist destination in Greater Bandung by the Ministry of Tourism and Creative Economy, looking at the considerable tourism attraction in the Ciwidey National Tourism Strategic Area. Based on the support of potential tourist attractions, the tourist market, and the local government policies of Bandung Regency, a program to implement halal tourism in the Ciwidey National Tourism Strategic Area has appointed 3 leading destinations, namely Ranca Upas, Kawah Putih, and Situ Patenggang. Efforts that have been made by the local government to date are by making halal tourism academic scripts and implementing several outreach activities to tourism managers. Seeing this phenomenon, the author will conduct research on the Readiness Study of Halal Tourism Implementation in the Ciwidey National Tourism Strategic Area, Bandung Regency, looking at the coverage of the Amenitas and Accessibility variables. The research method used in this research is quantitative methods based on fuzzy logic analysis. The results of the study show that the level of readiness for halal tourism in the Ciwidey National Tourism Strategic Area has been declared good, but there is still a need for development in various aspects in order to maximize the readiness to implement halal tourism.Keyword: Keyword: Halal Tourism, Readiness, KSPN Ciwdey.Abstrak. Kabupaten Bandung ditetapkan sebagai destinasi wisata halal unggulan se-Bandung Raya oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melihat pada daya tarik pariwisata yang cukup besar pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Ciwidey. Berdasarkan dukungan dari potensi daya tarik wisata, market wisatawan, dan kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Bandung membuat program penerapan pariwisata halal di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Ciwidey dengan menunjuk 3 destinasi unggulan yaitu Ranca Upas, Kawah Putih, dan Situ Patenggang. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah sampai saat ini yaitu dengan membuat naskah akademik pariwisata halal dan pelaksanaan beberapa kegiatan sosialisasi kepada pengelola pariwisata. Melihat fenomena tersebut maka penulis akan melakukan penelitian tentang Kajian Kesiapan Penerapan Pariwisata Halal di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Ciwidey Kabupaten Bandung, melihat pada cakupan variabel Amenitas dan Aksesibilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode kuantitatif berdasarkan analisis fuzzy logic. Hasil dari penelitian menunjukan tingkat kesiapan pariwisata halal di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Ciwidey sudah dinyatakan baik namun masih perlu adanya pengembangan diberbagai aspek agar dapat memaksimalkan kesiapan penerapan pariwisata halal.Kata kunci: Pariwisata Halal, Kesiapan, KSPN Ciwidey.
</description>
</item>
</rdf:RDF>
