<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/37">
<title>FA - Program Studi Farmasi</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/37</link>
<description>Koleksi Skripsi Farmasi</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/30399"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/13960"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/12469"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/12451"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-04T16:39:59Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/30399">
<title>Optimasi Pembuatan Carik Deteksi Methanil Yellow Dengan Matriks Membran Selulosa Asetat</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/30399</link>
<description>Optimasi Pembuatan Carik Deteksi Methanil Yellow Dengan Matriks Membran Selulosa Asetat
Sendra, Billy Danibrodus
</description>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/13960">
<title>Penentuan Kadar Flavonoid Total pada Herba Kelingkit Taiwan (Malpighia coccigera L.)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/13960</link>
<description>Penentuan Kadar Flavonoid Total pada Herba Kelingkit Taiwan (Malpighia coccigera L.)
Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan kadar flavonoid total pada herba kelingkit taiwan (Malpighia coccigera L.). Tanaman ini memiliki kandungan senyawa flavonoid yang belum diketahui kadarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur kadar flavonoid total dalam herba kelingkit taiwan. Pada penelitian ini, herba kelingkit taiwan diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan dengan menggunakan rotary vacum evaporator dan dilakukan pemantauan kandungan flavonoid dengan menggunakan KLT silika gel 60 GF254 dan eluen kloroform:etil asetat (9:1). Pengukuran kadar flavonoid total dari ekstrak herba kelingkit taiwan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 372 nm. Dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah kadar flavonoid total pada herba kelingkit taiwan sebesar 0,74 % (b/b).
</description>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/12469">
<title>Uji Sitotoksik Ekstrak Biji Salak (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) Dengan Menggunakan Mwtode Brine Shrimp Leathality Test (BSLT)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/12469</link>
<description>Uji Sitotoksik Ekstrak Biji Salak (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) Dengan Menggunakan Mwtode Brine Shrimp Leathality Test (BSLT)
Purwanto, Naton
dan sel kanker, serta digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel tumor&#13;
malignan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktifitas&#13;
sitotoksik yang dimilki oleh biji dari tanaman salak (Salacca zalacca (Gaert.)&#13;
Voss), juga menentukan golongan senyawa yang menimbulkan aktifitas sitotoksik.&#13;
Adapun ekstrak biji salak diperoleh dengan menggunakan metode refluks secara&#13;
bertingkat, dengan tiga pelarut berbeda, yaitu n-heksana, etil asetat, dan etanol&#13;
70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan pada pengujian sitotoksik dengan&#13;
metode brine shrimp lethality test (BSLT) untuk ekstrak n-heksana adalah 125,&#13;
150, 175, 225, 250 ppm dan etil asetat adalah 150, 175, 200, 225, 250 ppm,&#13;
sedangkan untuk ekstrak etanol 70% yaitu 25, 50, 75, 100, 125 ppm. Nilai Lethal&#13;
Concentration (LC50)yang diperoleh dari masing-masing ekstrak yaitu 148,479&#13;
ppm untuk ekstrak n-heksana, 212,864 ppm untuk ekstrak etil asetat dan 80,728&#13;
ppm untuk ekstrak etanol 70%. Berdasarkan hasil analisis kualitatif kromatografi&#13;
lapis tipis terhadap ekstrak etanol yang memiliki aktifitas sitotoksik terkuat, yang&#13;
diduga memiliki aktifitas sitotoksik terhadap larva Artemia salina senyawa&#13;
golongan tanin, monoterpen/seskuiterpen, polifenolat dan alkaloid yang diduga&#13;
memiliki aktifitas sitotoksik terhadap larva Artemia salina adalah golongan tanin,&#13;
monoterpen/seskuiterpen, polifenolat dan alkaloid.
</description>
<dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/12451">
<title>Uji Aktivitas Antioksidan Pada Masker Wajah Yang Mengandung Ekstrak Buah Sirsak (Annona Muricata L.) Dengan Metode 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/12451</link>
<description>Uji Aktivitas Antioksidan Pada Masker Wajah Yang Mengandung Ekstrak Buah Sirsak (Annona Muricata L.) Dengan Metode 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil
Insyirani, Irni
Berbagai kerusakan dan ketidak stabilan lingkungan sekitar akibat proses&#13;
modernisasi yang terjadi dimana-mana dapat memberikan dampak buruk bagi&#13;
kesehatan manusia. Radikal bebas dianggap sebagai penyebab terjadinya&#13;
kerusakan fungsi sel-sel tubuh. Radikal bebas terdapat di lingkungan sekitar kita&#13;
yang berasal dari udara yang terpolusi asap kendaraan bermotor, asap rokok.&#13;
Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat antioksidan.&#13;
Dewasa ini dunia farmasi dan dunia kosmetika semakin berkembang,&#13;
perkembangannya ditandai dengan maraknya penggunaan kosmetika yang berasal&#13;
dari bahan alam yang diduga kaya akan antioksidan yang dapat menjaga&#13;
kesehatan kulit. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dari&#13;
ekstrak buah sirsak (Annona muricata L.) kemudian ekstrak sirsak diformulasikan&#13;
dalam sediaan masker wajah dengan konsentrasi berbeda yaitu 0,2%; 0,4% dan&#13;
0.5% untuk diuji kembali aktivitas antioksidannya dan dilihat sejauh mana&#13;
perbedaan aktivitas antioksidan pada ekstrak buah sirsak sebelum dibuat sediaan&#13;
dibandingkan dengan setelah dibuat sediaan. Penentuan aktivitas antioksidan&#13;
dilakukan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) berdasarkan nilai&#13;
penghambatan DPPH (EC 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada&#13;
sediaan masker dengan konsentrasi ekstrak tertinggi (0,5%) mempunyai aktivitas&#13;
antioksidan yang paling tinggi. Terdapat penurunan aktivitas antioksidan dari&#13;
ekstrak buah sirsak (Annona muricata L.) setelah dibuat sediaan tetapi tidak&#13;
terlalu signifikan. Kinds of damage and instability of the surrounding environment due to&#13;
modernization processes that occur everywhere can give adverse effects to human&#13;
health. Free radicals are considered as the cause of the damage function of the&#13;
body’s cells. Free radicals are found in the environment around us that comes&#13;
from the polluted air of motor vehicle fumes, smoke cigarettes. Free radicals can&#13;
damage cells when the body lacks antioxidants. Today the world of&#13;
pharmaceuticals and cosmetics world is growing, its development is marked by&#13;
widespread use of cosmetics from natural ingredients rich in antioxidants are&#13;
believed to maintain healthy skin. In this study tested the antioxidant activity of&#13;
fruit extracts of soursop (Annona muricata L.) and soursop extract preparations&#13;
formulated in face masks with different concentrations of 0,2%; 0,4% and 0,5%&#13;
for the tested antioxidant activity and be seen the extent to which differences in&#13;
antioxidant activity in extracts made preparations soursop fruit before than after&#13;
made preparations. Determination of antioxidant activity was conducted using&#13;
1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil (DPPH) based on the inhibition of DPPH (EC 50%).&#13;
The results showed that the preparations mask with the highest concentration of&#13;
extract (0,5%) had the highest antioxidant activity. There is a decrease in&#13;
antioxidant activity of fruit extracts of soursop (Annona muricata L.) after&#13;
preparations are made but not very significant.
</description>
<dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
