<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Jurnal Tambang</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/29965</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 15:56:55 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-04T15:56:55Z</dc:date>
<item>
<title>Benefisiasi Kaolin Karangnunggal dengan Metoda Pengayakan Basah dan Magnetic Ferro Filter untuk Meningkatkan Kualitas Kaolin sebagai Bahan Baku Keramik</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/29973</link>
<description>Benefisiasi Kaolin Karangnunggal dengan Metoda Pengayakan Basah dan Magnetic Ferro Filter untuk Meningkatkan Kualitas Kaolin sebagai Bahan Baku Keramik
Subari, Subari; Pulungan, Linda; Yoshiatri, Yoshiatri
Kegiatan ushana penambangan cenderung semakin berkembang sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan bahan tambang non migas, khsususnya mineral industri atau bahan galian industri. Mineral industri dalam kaitannya dengan kemajuan teknologi, tampil sebagai bahan alternatif dan merupakan pilihan yang tepat. Salah satu diantara bahan galian industri tersebut yang berpotensi untuk dikembangkan adalah kaolin. Daerah yang memiliki potensi kaolin diantaranya adalah karangnunggal. Selama hampir 2 tahun permintaan kaolin karangnunggal tidak menunjukkan peningkatan. Permasalahannya adalah berkurangnya minat konsumen karena kualitas yang tidak  memenuhi standar, sehingga konsumen beralih kedaerah yang lain. &#13;
Benefisiasi (pengolahan) bahan galian adalah pekerjaan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu bahan galian dengan mengambil bagian yang berharga meliputi langkah preparasi, pemisahan(konsentrasi), dan pemurnian, sehingga diperoleh produk akhir yang dapat dipasarkan. Maksud dari penelitian ini adalah agar Kaolin Karangnunggal dapat menarik minat konsumen yang lebih besar sehingga pengusahaan kaolin Karanggnunggal dapat memberikan kontribusi yang berarti baik bagi daerah maupun masyarakat karangnunggal. Adapun tujuannya adalah untuk mengolah dan meningkatkan kualitasi kaolin itu sendiri, sehingga selain dimanfaatkan untuk keramik hias juga daoat digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat keramik teknik. Setelah dilakukan benefisiasi, dilakukan analisis kimia, analisa minerologi,analisa rasional, analisa kadar air , dan analisa berat jenis. &#13;
Analisa kimia menunjukkan kadar mineral kaolinit &gt;80%, mineral yang terkandung dalam kaolin karangnunggal adalah kristobalit, kaolinit, monmorilonit, kadar air &lt;0,5%, kadar Fe203&gt;0,4%, kadar Ti02 &gt;0,3%, dan berat jenis rata-rata 2,63gram/cc. Berdasarkan SII 0654-82 / SNI .06-0578 -89 , Kaolin Karangnunggal sudah memenuhi syarat umum untuk dijadikan bahan utama keramik tetapi masih belum memenuhi syarat khususnya karena kadar besinya &gt;0,5%, sehingga disarankan untuk dilakukan pemurnian lebih lanjut.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/29973</guid>
<dc:date>2008-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>pengembangan sistem pengolahan bijih emas primer way rujuk melalui melalui metoda konsentrasi gravitasi dengan shaking table di Desa Pekondoh Kec. Cukuh Balak Lampung Selatan</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/29972</link>
<description>pengembangan sistem pengolahan bijih emas primer way rujuk melalui melalui metoda konsentrasi gravitasi dengan shaking table di Desa Pekondoh Kec. Cukuh Balak Lampung Selatan
Pulungan, Linda
Percobaan Pengolahan bijih emas dengan metoda konsentrasi gravitasi menggunakan alat shaking table. Percobaan ini sebagai pengembangan sistem pengolahan karena selama ini shaking table umumnya digunakan untuk meningkatkan kadar mineral berharga dari endapan bijih sekunder (placer).&#13;
Dalam percobaan ini bertujuan untuk meningkatkan kadar emas (Au) yang dihasilkan dari proses selama ini yaitu amalgamasi. Kadar yang diperoleh adalah 15,49 gram/ton. untuk menningkatkan kadar emas, maka dibuat beberapa variasi dari variabel yang digunakan pada tahap rougher, yaitu debit air pencuci, panjang stroke, dan kemiringan meja goyang. &#13;
Dari hasil percobaan ini, kondisi optimal yang didapatkan dari penelitian ini, adalah :&#13;
Debit Air Pencuci : 14liter/menit&#13;
Kemiringan (slope) : 1,5&#13;
Panjang Stroke : 1,2 cm&#13;
Kadar emas (Au) yang diperoleh 45,2 gram/ton dengan persen recovery 85,11 %.&#13;
Untuk Mengoptimalkan kinerja pengolahan bijih emas, maka perlu dilakukan proses cleaner agar dapat meningkatkan kadar emas (Au) dan persen recovery yang tinggi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/29972</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
