<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>RR - Program Studi Teknik Tambang</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/30350</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 21:09:29 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-04T21:09:29Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Fraksi Bijih Massive Silica Terhadap Recovery Logam Tembaga dengan Uji Metalugi Pulverized Bottle Roll Test</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/31049</link>
<description>Pengaruh Fraksi Bijih Massive Silica Terhadap Recovery Logam Tembaga dengan Uji Metalugi Pulverized Bottle Roll Test
Solihin; Guntoro, Dono; Nurrochman, Andrieanto
Copper which has many benefits in everyday life makes people look for several methods to extract copper in accordance with the intent and purpose of its use, the purpose of this test is to determine the % recovery value of the ore characteristic of massive silica by using fine ore leaching and considering the variation of the ore fraction used. In determining the % recovery of the ore to be tested, the sizes are 100#, 150# and 200#&#13;
with a NaCN concentration of 500 ppm. Apart from the ore fraction and NaCN concentration, the leaching time will also be determined for 48 hours using a PBRT (Pulverized Bottle Roll Test). Samples taken are in the form of a solution which will be analyzed for Cu levels using an AAS (Atomic Absorption Spectrometer). Based on the results obtained in this test when viewed from the time used in sampling, the optimum % recovery is obtained at 24 – 48 hours when viewed from the ore fraction parameters used in this test, for Massive Silica rocks the highest % copper recovery is 54.1% with leaching time of 48 hours at 100# fraction and 500 ppm NaCN concentration.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/31049</guid>
<dc:date>2023-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>IDENTIFIKASI KARAKTERITIK VEIN BIJIH EMAS BERDASARKAN TINGKAT ALTERASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI ENERGI PENGECILAN UKURAN (COMMUNITION) DI DESA SUKALUYU, KEC. PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/31048</link>
<description>IDENTIFIKASI KARAKTERITIK VEIN BIJIH EMAS BERDASARKAN TINGKAT ALTERASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI ENERGI PENGECILAN UKURAN (COMMUNITION) DI DESA SUKALUYU, KEC. PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT
Solihin; Guntoro, Dono; Pramusanto
Posisi Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tekntonik yaitu lempeng benua Australia, lempeng Benua Eurasia dan lempeng Samudera Pasifik sehingga terbentuklah jalur gunungapi purba maupun yang masih aktif. Dengan kondisi excellent tectonic dan tatanan geologi inilah yang membawa Indonesia menjadi kaya akan sumberdaya mineral logam emas, tembaga, nikel, timah dan lain-lain. Awal mula cebakan mineral-mineral logam ini terbentuk berasal dari larutan hydrothermal melalui zona struktur seperti patahan,sesar, rekahan maupun kontak litologi yang akhirnya membentuk veinlets bijih emas. Dalam peristiwa penerobosan larutan hydrothermal ini, selain mengubah (altered) terhadap batuan yang diterobosnya juga akan membentuk veinlets bijih dengan sifat fisik dan tingkat oksidasi yang beragam seperti vein teroksidasi kuat, vein teroksidasi moderat atau menengah dan vein tidak teroksidasi (presh). Masing-masing tingkat oksidasi (alterasi) ini mengakibatkan adanya keragaman kekuatan fisik dari veinlets bijih tersebut, sehingga dengan demikian berpengaruh terhadap operasi pengecilan ukuran saat proses pengolahannya. Hal tersebut terjadi mengingat pada operasi pengecilan ukuran bijih dalam prosesnya terjadi mekanisme yang melibatkan gaya-gaya seperti gaya impact, gaya kompresi, gaya abrasi/attrition dan gaya shear, yang secara langsung akan mempengaruhi terhadap konsumsi energi penggerusan. Adapun tolok ukur dari konsumsi energi pengecilan ukuran (penggerusan) dan pembatasnya adalah distribusi ukuran serta derajat liberasi bijih.&#13;
Metodologi dari penelitian ini mencakup pengumpulan data dengan cara sampling contoh batuan/bijih kemudian dianalisis XRD, XRF, mineragrafi, distribusi ukuran dan derajat liberasi (DL). Data yang terkumpul dianalisis, diolah, dibahas kemudian ditentukan simpulannya. Adapun rencana luaran wajibnya insya Alloh berupa suatu artikel yang&#13;
diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi, terindeks ‘sedang’ DOAJ atau Engineering&#13;
Village yang sebelumnya diterbitkan pada prosidingnya (status reviewed). Sedangakan&#13;
luaran tambahannya adalah produk inovasi yang mudah-mudahan bisa diaplikasikan di&#13;
masyarakat/industri.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/31048</guid>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERBEDAAN ZONA ALTERASI HIDROTERMAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP RECOVERY Au-Ag-Cu DENGAN EKSTRAKSI HEAP LEACH DI TAMBANG TUMPANG PITU, BANYUWANGI, JAWA TIMUR</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/31047</link>
<description>PERBEDAAN ZONA ALTERASI HIDROTERMAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP RECOVERY Au-Ag-Cu DENGAN EKSTRAKSI HEAP LEACH DI TAMBANG TUMPANG PITU, BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Guntoro, Dono; Nurrochman, Andrieanto; Solihin
Larutan sisa magma atau larutan hydrothermal yang naik ke permukaan bumi melalui&#13;
struktur seperti patahan, rekahan maupun kontak litologi selain mengubah batuan yang&#13;
dilaluinya juga secara fisika dan kimia akan menentukan properties endapan bijih yang&#13;
membentuk zona-zona tertentu. Terlebih bila adanya penetrasi serta bercampur dengan air meteorik atau air tanah selain mempercepat proses pendinginan juga terjadi proses oksidasi dengan inten dalam sekala waktu geologi sehingga mengubah tipe endapan bijih emas yang tadinya bersifat high sulfidation menjadi endapan bijih emas yang bersifat oksida. Berkenaan dengan berbagai kondisi tersebut, maka berikutnya berimplikasi dan&#13;
mempengaruhi pada proses pengolahan atau ektraksi bijih emas tersebut. Bijih emas yang bersifat oksida dapat dengan secara langsung diekstrak menggunakan metoda heap leach dengan feed berukuran bongkah ±25 cm sedangkan bijih emas dengan kondisi antara sulfida dan oksida (transisi) perlu adanya proses persiapan khusus (special preparation) antara lain perlu adanya proses secondary crushing bahkan tertier crushing mencapai fraksi ukuran bijih -200 mesh. Oleh karenanya rantai proses pengolahan atau ektraksi bijih emas transisi menjadi panjang yang mengakibatkan tidak efisien secara teknis ataupun ekonomis yang pada akhirnya mengakibatkan konservasi energi, konservasi mineral dan konservasi SDAir tidak dapat terwujud. Berkenaan dengan hal tersebut maka penelitian ini mengidentifikasi bijih emas yang berasal dari Tambang Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur dengan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh zona alterasi terhadap recovery Au, Ag dan Cu proses ekstraksi heap leach metoda uji pulverized botlle roll test (PBRT) dan column test (CT) dengan variable selain jenis atau zona alterasi bijih juga adalah fraksi ukuran butir mineral/bijih, lama waktu leaching serta konsentrasi NaCN. Adapun urgensi dari penelitian ini selain untuk mencari nilai optimal dari variable-variable yang berpengaruh juga adalah untuk dapat menentukan besar dosis penggunaan portland cement (PC) dan besar dosis penggunaan NaCN (kg per ton bijih emas). Dengan demikian penelitian ini, diharapkan dapat membantu para pihak terutama kalangan industri pertambangan (industri ektraksi logam emas) dalam hal upaya penghematan bahan baku (reagen) dan juga energi, sehingga secara keseluruhan proses pengolahan bijih emas dapat dengan lebih optimal, akurat, murah serta efisien dengan tidak meninggalkan konsep konservasi energi dan konservasi mineral. Adapun metodologi dari penelitian ini mencakup pengumpulan data dengan cara sampling conto batuan/bijih, percobaan penggilingan, percobaan proses ekstraksi heap leach PBRT dan CT, analisis XRD, XRF, petrografi, mineragrafi, analisis geokimia (AAS, fire assay). Data yang terkumpul dianalisis, diolah, dibahas kemudian ditentukan simpulannya. Adapun rencana luaran wajib sesuai dengan TKT-nya yang berada di level 4, maka insya Alloh luaran wajib yang dibuat berupa suatu artikel yang diterbitkan pada jurnal nasional/internasional bereputasi, terindeks Scopus dan Sinta (status reviewed). Dengan berpedoman pada latar belakang sebagaimana uraian di atas,&#13;
maka tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) masuk ke bidang teknologi jenis umum dan hard engineering, yang dari hasil pengukuran TKT-nya menyimpulkan berada di level 4&#13;
dengan nilai kumulasi persentase terpenuhi adalah 83%, status TKT dari penelitian ini&#13;
termasuk validasi komponen/subsistem dalam lingkungan laboratorium dengan indikatornya menunjukan kepada berbagai hal a.l. penelitian ini dapat diterapkan pada teknologi dalam lingkungan yang relevan. Perolehan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan sample bijih emas berasal dari endapan hidrotermal antara intermediate high sulfidation epithermal-high sulfidation epithermal yang terletak pada zona alterasi argilic dan advance argilic. Kemudian dilakukan pengujian metalurgi menggunakan metpda pulverized bottle roll test dengan variasi fraksi ukuran butir bijih, konsentrasi NaCN serta waktu leaching. Hasilnya menunjukan bahwa sample bijih emas SCO-SCA yang berasal dan terletak di zone argillic dan advanced argillic dengan kadar Au = 0,94-0,565 ppm, Cuviii 68-184,5 ppm, kuarsa 51,2-74,8% dan lempung 47,3-19,4% setelah digiling halus dan diayak P80(100, 150 dan 200 mesh) dan di-leaching dengan konsenttrasi sianida 500, 750 dan 1000 ppm memberikan nilai kumultaif recovery optimum Au= 75-90,35% (pada konsentrasi sianida 500 ppm dan fraksi P80/100 mesh). Sedangkan sample MSO dan MSA bijih emas teralterasi hidrotermal yang terletak di zone advanced argillic kadar Au = 0,82- 0,24 ppm, Cu 885,5-606,5 ppm, kuarsa 93,2-64,2% dan lempung 3,7-30,4% memberikan nilai recovery optimum Au = 83-79,79% (pada konsentrasi sianida 500 ppm dan fraksi P80/100 mesh). Demikan juga dari hasil pengujian metalurgi metoda column test, sample SCO bijih emas teralterasi hidrotermal jenis argilic vuggy-massive high silica-alunite relatif lebih cepat larut (di hari ke tiga sudah mencapai recovery 60%) sedangkan sample MSO bijih emas teralterasi hidrotermal jenis advanced argillic high silica- clay-alunite, recovery Au 60% dicapai pada hari ke tujuh. Mineral kuarsa sebagai pembawa mineral Au, Ag, Cu yang berasossiasi dengan mineral teralterasi seperti lempung (kaolin, alunit, illit) dan jenis zona alterasi, berpengaruh langsung terhadap kecepatan keterlarutan, konsumsi semen PC, konsumsi NaCN serta tingkat recovery dari ekstraksi proses heap leach
</description>
<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/31047</guid>
<dc:date>2023-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kajian Pengaruh Distribusi Ukuran Butir terhadap Kualitas Daya Serap Karbon Aktif yang dibuat dari Batu Bara Terkarbonisasi  (Coalite) PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/31046</link>
<description>Kajian Pengaruh Distribusi Ukuran Butir terhadap Kualitas Daya Serap Karbon Aktif yang dibuat dari Batu Bara Terkarbonisasi  (Coalite) PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan
Solihin
Batubara Indonesia selama ini dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan bakar (fuel) maupun bahan baku (feed stock) untuk kebutuhan rumah tangga, industri, dan komersial seperti untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU-B) 71,54%, Industri semen 10,69%, metalurgi 1,02%, industri umum 4,36%, briket 0,20%, dan lainnya 13,54%. Dalam rangka penganekaragaman pemanfaatannyad iperlukan metoda alternatif yaitu seperti untuk pembuatan karbon aktif. &#13;
hal ini dapat dikembangkan karena batubara seperti bahan baku lainnya merupakan bahan yang unsur utamanya adalah karbon (C) yang sangat diperlukan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/31046</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
